Mario Teguh

Minggu, 14 Juni 2009


PESAN MARIO TEGUH UNTUK KITA SEMUA
Bencana terbesar yang bisa kita hadapi adalah pelemahan kualitas hidup manusia secara masal.
Coba bandingkan jumlah orang baik dengan orang tidak baik, pasti jumlahnya banyak orag baik.
Orang tidak baik itu di negara kita jumlahnya sedikit, tetapi jumlah yang sedikit ini yang menyebabkan kita mengunci rumah kita, membuat wanita tidak aman berjalan di jalanan, membuat kita khawatir keberadaan anak di sekolah.
Hal ini deisebabkan yang banyak dari orang baik ini belum berhasil mengelola yang sedikit dari yang tidak baik.
Jadi kalau kita sadar bencana itu bukan yang besar mendadak terjadi, tetapi suatu hal kecil2 yang kita anggap biasa. Maka hati-haltilah karena kehidupan ini adalah kehidupan kita.
Semua pilihan kita itu tidak bergaransi. Tetapi tahukah anda hadiah terbaik setelah kita meninggalkan kehidupan ini?, Ia adalah Pengetahuan, bahwa Tuhan benar adanya dan hadir selama ini, bahwa akan ada balasan terbaik bagi orang yang berlaku baik dan sebaliknya.
Kalau hadiah terindah dalam kematian adalah pengetahuan, mengapakah anda tidak mendahulukan pengetahuan selama hidup?
Karena semua pilihan itu tidak bergaransi, tentukan pilihan anda apapun itu, kalau anda tidak tahu, anda akan dibuat tahu. Karena jaminan Tuhan, apabila kita tidak tahu, kita akan dibuat tahu kalau kita melakukan.
Kita tidak mungkin menolong orang lain tanpa menolong diri kita. Maka sebabkanlah hal2 baik maka anda akan dibahagiakan oleh akibat2 baik.
Logikanya, Pertama, Kalau saya menolong orang lain, saya menjadi priadi baik,itu saja sudah baik bagi saya. Kedua, Waktu saya melakukan kebaikan, saya menerima hadiah pertama bagi yang saya lakukan, yaitu kebaikan. Ketiga, Orang baik disebut baik, karena menyebabkan terjadinya kebaikan.
Dari sini anda menjadi pribadi yang ukuran kebaikannya besar, kalau dampak yang anda sebabkan juga besar.
Diri kita apapun keadaannya sekarang adalah diakibatkan dari yang kita lakukan pada masa sebelumnya.
Maka apabila anda tidak berbahagia hari ini, periksalah yang anda lakukan dimasa lalu, karena kualitas kehidupan kita sekarang, disebabkan oleh semua yang kita lakukan di masa lalu.
Maka apabila orang mau menghindari kehidupan dalam kualitas yang sama dimasa lalu, cara2nya harus lebih baik daripada cara2nya dimasa lalu.
Itu sebabnya pribadi yang menolong orang lain sebetulnya menolong dirinya sendiri, karena dia telah melakukan cara2 yang lebih baik daripada yang dia lakukan dimasa lalu.
Kita tidak bernilai kalau kita hanya mengutamakan diri kita sendiri. Kita akan menjadi bernilai, saat kita bernilai bagi orang lain.
Tanda pertama kalau kita disukai Tuhan adalah manusia menyukai kita. Dekatilah mereka dengan tulus, mulailah dengan senyuman dan binalah hubungan baik.
Keberadaan anda itu adalah keberadaan visual (dilihat), maka tampil-lah secantik mungkin.
Keberadaan anda juga adalah keberadaan aural (suara), maka lembutkan suara anda.
Keberadaan anda juga adalah sebagai dampak.
Untuk itu nasihatnya, jadilah pribadi yang berhati-hati, karena dengan kehati-hatian anda, supaya anda bernilai bagi orang lain.
Jadilah pribadi yang kehadirannya berpengaruh, berdirilah yang tegak, mengangguklah yang pelan.
Jika anda merasa tersinggung direndahkan orang, itu adalah pemberitahuan bahwa diri anda belum cukup dihormati.
Jangan salahkan orang yang tidak menghormati, kita yang harus membuat diri kita terlalu kuat untuk disepelekan.
Untuk itu hadirlah, dekatlah, tunjukan kehadiran anda yang memuliakan orang lain, tidak mungkin orang lain merendahkan kita, kalau dia tahu kita memuliakan dia.
Janganlah menunggu dunia menjadi baik, kitalah dunia itu. Marilah kita berdiri bergandengan tangan dan menjadikan kehidupan kita indah dan membahagiakan. Kitalah anak kehidupan, marilah kita indahkan kehidupan, marilah kita indahkan Indonesia.
Orang yang senyum akan mudah didekati, sehingga orang yang senyum juga mudah mendekati.
Padahal masalah kita, karena kita selalu jauh dari orang yang bisa menolong. Kalau kita bisa dekat dengan orang yang bisa menolong, hidup kita akan mudah.
Untuk itu mulai sekarang, senyumlah kepada orang terdekat, sebagai bukti anda mampu mendekatkan bahkan orang jauh kepada anda.
Gunakanlah senyum sebagai pintu masuk ke hati orang dan ke hati anda. Wajah yang tersenyum adalah pintu menuju dunia yang lebih indah.
Senyum yang melalui linangan air mata adalah senyum yang apabila ditambahkan do’a, do’a-nya dikabulkan Tuhan.
Ada koridor yang menjadi penuntun kelurusan jalan kita, batasan ini disebut kebaikan.
Dan Tuhan memberikan tanda bahwa batas itu telah kita lampaui, dengan alarm yang namanya ‘hati’.
Hati kita akan berbunyi, satu detik setelah kita melampaui kebaikan. Ingatlah setan mempunyai anggaran yang besar untuk mendukung kesalahan. Jangan ikuti sesuatu yang salah hanya karena banyak orang melakukannya. Jadilah benar meskipun anda sendiri yang melakukannya.
Orang yang dilebihkan karena ketidak baikannya,sebetulnya sedang menunggu masa dimana dia menyesali yang dilakukannya.
Dan semua yang bersabar dalam kesulitannya, sebetulnya sedang diminta sebagi pribadi yang mencontohkan ketabahan.
Orang2 yang bersabar dimasa sulit, sebetulnya sedang mebesarkan yang tidak diketahuinya. Maka bersabarlah, itu sebabnya disebut iman. Karana iman itu meneruskan sekalipun tidak ada kemungkinan menang.
Sebetulnya ada tanda2 pada wajah orang yang shaleh, maka cara pertama mengindahkan wajah adalah membiasakan diri tersenyum dihadapan yang maha kuasa. Sehingga gurat2 diwajah kita adalah gurat2 dari senyuman.
Ramahlah dalam kesendirian anda. Karena orang cerdik dia tampil berhati-hati didepan orang banyak, sedangkan orang bijak sangat berhati-hati waktu dia sedang sendiri.
Karena dia tahu pada saat sedang sendiri, yang memperhatikannya adalah dzat yang paling penting dalam kehidupannya yaitu Tuhan.
Berdamailah dengan keadaanmu, karena apapun keadaanmu sekarang adalah keadaan dimana engkau akan mencapai semua kecemerlanganmu.
Apapun keadaan kita sekarang maka syukurilah, karena selalu ada kekuatan yang bisa kita ambil untuk mencapai kecemerlangan dimasa depan.
Berdamai dengan membiasakan diri itu beda.
Berdamai dalam keadaan income kecil akan memungkinkan anda mendapatkan income yang lebih baik. Membiasakan diri dengan income kecil, akan mematahkan semangat anda untuk mendapatkan income lebih besar.
Keadaan sulit diciptakan Tuhan agar seseorang dapat mendmaikan hati kita. Jika Tuhan berkata ‘Wahai hati yang damai’ itu bukan pernyataan, namun sebuah perintah, “Tentramkanlah hatimu, baru engkau mengeti maksud-Ku”.
Marilah kita berpikir dengan seindah-indahnya pikiran, dalam seindah-indahnya perasaan, dan marilah kita bekerja dan baersaudara dalam seindah-indahnya pekerti, lalu marilah kita bersama memperhatikan apa yang terjadi. Lalu perhatikan apa yang terjadi.
Terima kasih kepada Pak Mario Teguh atas ilmu dan nasihat terbaik yang disampaikan selama ini. Semoga kita semua ada dalam lindungan Tuhan yang Maha Berkuasa dan Berkehendak.
Demikianlah resume acara Mario Teguh Golden Ways dengan Topik “KITA ADALAH DUNIA ITU“. Jika sekiranya didapati kekurangan, sudilah kiranya para sahabat meluangkan waktu menambahkan untuk mengoreksi serta menyempurnakannya.

0 komentar:

About This Blog

Lorem Ipsum

  © Free Blogger Templates Columnus by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP